Dampak Industri Kimia Terhadap Sungai di Indonesia

Perkembangan teknologi ilmu pengetahuan yang dibarengi dengan peningkatan jumlah penduduk membuat demand akan barang jasa kian besar. Bukan hanya kebutuhan pokok, seiring bertambahnya kemampuan finansial melalui pertumbuhan ekonomi sebuah negara membuat penduduknya semakin konsumtif. Di negara maju, pembangunan pabrik diminimalisir sehingga lingkungan pemukiman tetap batas aman dari polusi, sedangkan di negara berkembang menjadi tujuan dari investor-investor besar negara maju untuk melakukan ekspansi karena dua hal : tersedianya lahan dan izin investasi, serta jumlah penduduk besar sehingga biaya buruh menjadi murah. Selain itu, tingkat Pendidikan di negara berkembang relatif pada posisi menengah ke bawah sehingga kurang memiliki daya jual persaingan di kompetisi SDM-nya.

Dalam dunia industri, untuk memenuhi kebutuhan permintaan yang semakin besar hal itu akan sangat terkait dengan teknologi dan proses produksinya. Di era sekarang dimana teknologi telah berkembang pesat membuat banyak pabrik mengaplikasikan dan mengganti mesin lamanya dengan mesin yang baru, begitu juga dengan proses produksinya. Kita bisa menganalisa semakin banyak jumlah orang kebutuhan akan obat, pakaian, dan semua kebutuhan sekunder lainnya juga pasti akan meningkat. Industri kimia kini tidak terbatas pada produksi obat saja, melainkan juga makanan ringan yang kini banyak beredar di masyarakat. Melalui iklan para produsen akan berusaha menarik minat konsumen dengan menyatakan produknya aman bagi kesehatan manusia, namun bagaimana dengan dampak limbah hasil produksinya?

Dalam sebuah industri, terutama industri kimia pasti terdapat produk sampingan baik berupa zat padat, cair, dan gas. Sejauh ini, hal yang sangat berdampak pada lingkungan sekitar adalah limbah kimia cair yang secara langsung akan mengurangi kualitas air dan tanah. Limbah kimia dalam bentuk gas akan berdampak pada kualitas udara dan menjadi penyebab utama hujan asam yang terjadi saat ini. Air hujan yang turun akan berikatan dengan senyawa asam seperti SOx dan NOx, kemudian turun ke tanah dan mengurangi zat hara dalam tanah.

Penyebab hujan asam (Sumber : google.com)

Negara melalui UU telah mengatur baku mutu standar yang harus dipenuhi oleh sebuah industry sebelum membuang limbah kimia cairnya ke badan air. Namun pada kenyatannya masih banyak industry nakal yang masih belum memenuhi standarisasi baku mutu yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Sehingga secara langsung berdampak pada selokan, sungai dan air tanah yang dikonsumsi masyarakat sekitar.


Limbah cair yang tingkat perusakannya tinggi pada lingkungan sekitar adalah limbah cair yang mengandung senyawa asam dan logam berat terutama dari industri kosmetik dan pengolahan besi serta baja. Pada llimbah kosmetik dampak limbah yang berbahaya adalah pencemaran oleh logam merkuri yang kini sedang diprotes keras oleh masyarakat Eropa. Di eropa banyak industri kosmetik yang dalam pengolahan limbahnya mengalami kelolosan partikel merkuri tinggi, dan penelitian telah membuktikan bahwa merkuri tersebut telah mencemari ikan di pesisir pantai. Beberapa korban akibat keracunan merkuri akan mengalami iritasi pada kulit, sesak napas, keringat berlebih hingga kematian mendadak. Hal itu disebabkan penurunan kemampuan darah dalam mentransportasi oksigen dalam tubuh karena kandungan logam merkuri. Apabila termakan oleh ibu hamil maka akan berpotensi kecacatan letika bayinya lahir serta kematian bagi kedua belah pihak. Sangat berbahaya bukan?



contoh sungai yang terdampak merkuri (Sumber: google.com)
Dampak pencemaran merkuri di sungai (Sumber : google.com)

Oleh WHO, merkuri merupakan salah satu dari 10 bahan berbahaya yang wajib dicegah keberadaannya. Sehingga WHO memberlakukan aturan untuk bebas merkuri pada lokasi-lokasi yang dianggap zona merah. Bukan hanya dosisnya saja yang berkurang tetapi WHO menuntut merkuri untuk hilang pada area-area kritis seperti area yang menjadi sumberdaya konsumsi manusia, karena secara alami merkuri memang unsur yang tersedia di alam namun karena kegiatan manusia keberadaan merkuri bisa menjamah ke area kritis. Disisi lain terdapat dua jenis merkuri yaitu metilmerkuri dan etilmerkuri. Etilmerkuri bersifat positif karena dapat dimanfaatkan sebagai vaksin dan meningkatkan imun manusia contohnya. Metilmerkuri adalah jenis merkuri yang harus dihindari oleh manusia untuk dikonsumsi.

Perbedaan ikatan dalam senyawa merkuri (Sumber: google.com)

Kasus yang baru ini terjadi dan masih dalam proses penyelesaian adalah masalah limbah yang mencemari sungai citarum di Bandung. Citarum merupakan sungai terbesar dan terpanjang di Propinsi Jawa Barat. Sungai ini mengalir melalui 12 kota/kabupaten sebagai sumber irigasi sepanjang kurang lebih 269 Km dan merupakan salah satu sumber air minum bagi 28 juta masyarakat di kota besar seperti Bekasi, Karawang, dan sekitarnya. Citarum pun menjadi pusat sumber pengairan bagi lahan pertanian sekitar 420 ribu Ha yang setiap tahunnya menghasilkan sumber makanan pokok bagi masyarakat Indonesia.

Kondisi Sungai Citarum yang dipenuhi sampah (Sumber : google.com)

Sungai citarum menjadi sumber air permukaan berbahaya karena lemahnya control Pemerintah terhadap industry yang berdiri di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum. Saat ini da daerah hulu sungai Citarum sudah berdiri sekitar 500 pabrik kimia dan hanya sekitar 20% saja yang mengolah limbah mereka, sisanya sebanyak 80% terindikasi membuang semua limbah kimianya langsung ke sungai melalui pipa illegal yang ditanam di dalam sungai sehingga luput dari pengawasan. Trik licik itulah yang membuat sebagian besar pabrik kimia disana seolah-olah melakukan perjanjian dengan pihak ketiga dalam pengolahan limbah, padahal limbahnya dibuang langsung ke sungai dengan sengaja. Dampaknya jelas, pencemaran sungai citarum akan membuat air yang dikonsumsi tak lagi aman dan berbahaya.

Protes keras pencemaran sungai di Sungai Citarum (Sumber : google.com)

Penyebab tercemarnya Sungai Citarum menjadi salah satu penyebab  utama meninggalnya balita yang disebabkan penyakit diare, kolera, dan disentri ketika air Sungai Citarum dikonsumsi oleh anak-anak dan balita. Pada orang dewasa, Citarum akan memberikan dampak berbahaya jangka panjang karena kandungan kimia logam berbahaya seperti tembaga dan timbalnya. Pencemaran logam berat akan sangat sangat berbahaya bagi ibu hamil dan bayi karena dapat menimbulkan bahaya kecacatan baik fisik dan mental hingga keguguran dan kematian.

Dilansir Pikiran Rakyat, kelalaian pengolahan limbah di Sungai Citarum merugikan negara 2.3% dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau sekitar 57 Triliun Rupiah. Per Agustus 2017 terakhir telah ditemukan 179 saluran pipa tak terdaftar atau dianggap siluman dan dalam proses penutupan. Selain itu, selain pencemaran limbah kimia Sungai Citarum juga menjadi penyebab banjir tiap tahunnya di kota-kota besar di Jawa Barat. Sehingga penyebaran polutan kimia bukan hanya melalui pengonsumsian oeh masyarakat saja, tetapi juga melalui banjir.

Nah gimana sobat EarthMate, sedikit banyak sudah bertambah informasi kan tentang dampak limbah industri  kimia berbahaya salah satu sungai di Indonesia? Nah kami berharap sobat EarthMate setelah membaca artikel ini memiliki kesadaran untuk ikut menjaga kelestarian sumber air permukaan yang ada di Indonesia sehingga bisa menjadi contoh di negara-negara lain. Selain itu, dengan menjaga kelestarian sungai kita ikut bersyukur untuk menjaga ciptaan Tuhan demi kelangsungan hidup umat manusia.

Comments

  1. Menjual berbagai macam jenis Chemical untuk cooling tower chiller dan waste water treatment, untuk info lebih lanjut tentang produk ini bisa menghubungi saya di email tommy.transcal@gmail.com terima kasih
    WA:081310849918

    ReplyDelete

Post a Comment